korban Gaza(kemaskini 16 Sept 2015) Eid al-Adha akan muncul. Antara syiar penting ialah sembelihan korban. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah menjadi contoh teladan hebat dalam perkara ini. Ia dicontohi oleh umat yang datang kemudian. Kita mengambil semangat dan iktibar dari peristiwa besar ini sempena kedatangan Eid al-Adha nanti.

Ikuti kuliahnya:

1 semangat korban dari nabi ibrahim 05 nov 09

2 semangat korban dari nabi ibrahim 05 nov 09

kuliah terbaharu (4 Nov 2010) : [download id=”195″] ,  [download id=”196″]

Allah berfirman, maksudnya:

“Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: “Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?”.

Anaknya menjawab: “Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar”.

Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim – dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami), serta Kami menyerunya: “Wahai Ibrahim! “Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu”.

Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata; Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar; Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian: “Salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim!”.

Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan. Sesungguhnya Nabi Ibrahim itu dari hamba-hamba Kami yang beriman. Dan Kami pula berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh (seorang anak): Ishak, yang akan menjadi Nabi, yang terhitung dari orang-orang yang soleh.

Dan Kami limpahi berkat kepadanya dan kepada (anaknya): Ishak; dan di antara zuriat keturunan keduanya ada yang mengerjakan kebaikan, dan ada pula yang berlaku zalim dengan nyata, terhadap dirinya sendiri.”

AsSaffat:102-113

Share:
Written by Ustaz Nik Nasri Nik Malek
Pegawai Khas (Agama) Pejabat Menteri Besar Terengganu